Pakan hatchery cair, merupakan kemajuan besar dalam metode pemberian pakan pada larva. Pakan convensional, seperti yang saat ini diproduksi, mempunyai struktur yang keras dikarenakan telah mengalami suhu yang tinggi, tekanan suhu dan uap dalam proses pembuatannya. Pemanasan menurunkan beberapa nutrisi penting serta menghasilkan pakan yang sulit tercerna, dikarenakan partikel pakan yang keras.
Pakan hatchery cair, merupakan hasil dari kemajuan bioteknologi
modern. Dalam pembuatan mereka, mereka tidak terkena suhu tinggi dan tekanan
atau penguapan. Kondisi pemprosesan dipilih yang memperkecil penurunan nutrisi
dan mikro-nutrisi penting .
Pakan hatchery cair, diformulasikan untuk melengkapi kebutuhan
pakan untuk siklus penuh pemeliharaan larva. Mereka diformulasikan dengan
protein, lipid olefin, fosfolipid, karbohidrat, vitamin dan mikro-nutrisi yang
berkualitas terbaik. Mereka dapat menjadi tambahan untuk alga dan Artemia yang
biasanya digunakan dalam pemeliharaan larva dan sepenuhnya dapat menggantikan
penggunaan pakan konvensional (pakan kering).
Untuk perkembangan pada stadia Zoea, Mysis dan Post-larva,. Produk
Pakan larva cair diformulasi dan diproduksi dengan ukuran partikel pakan yang
cocok untuk setiap stadia pertumbuhan larva. Produk ini berbentuk emulsi-micro
yang disiapkan dari proses hidrolisa enzimatis protein yang dikombinasikan
dengan unsure nutrisi makro dan mikro essensial lainnya. Larva lebih mudah
mencerna hydrolysis-protein.
Kemampuan uniknya yang dapat tetap berada dikolom air membuat
pakan ini selalu tersedia dikolom air bagi larva. Hal tersebut juga dapat
membantu dalam mengurangi peluang adanya pakan yang tidak termakan, yang dapat
menimbulkan racun (seperti ammonia) pada kolom air dan juga dapat merangsang
pertumbuhan bakteri negative dan protozoa di dalam bak hatchery.
Larva yang mengkonsumsi pakan ini memperlihatkan peningkatan
performa dilihat dari kandungan lipids pada hepatopancreas dan saluran
pencernaannya. Peningkatan ini akan menyebabkan larva lebih tahan terhadap
penyakit dan stress (seperti terlihat pada hasil uji stress) dan kemampuan
bertahan hidup mereka saat dipindahkan ke kolam pembesaran.
Pakan Larva Cair mampu menghasilkan pertumbuhan dan tingkat
kelangsungan hidup yang optimal pada larva dan selalu tersedia untuk konsumsi
larva. Penggunaan pakan ini sangat ekonomis dibandingkan penggunaan pakan
convensional, dikarenakan kurangnya kebutuhan untuk treatment penyakit dan
pergantian air.
·
Mengurangi kebutuhan Artemia hingga 50% dan dapat menggantikan
pakan kering sepenuhnya.
·
Meningkatkan SR hingga 5-10%
·
Menghasilkan kualitar larva yang super dan tahan stress
·
Meningkatkan nilai nutrisi, attractiveness dan kecernaan
·
Mengurangi kebutuhan Algae pada penggunaan MOLIQ X di awal stadia zoea
·
Dapat sebagai Artemia enrichment
·
Bentuk liquid sehingga mudah digunakan
·
Partikel akan selalu tersedia di kolom air, tidak mengendap ke
dasar bak
·
Partikel pakan yang stabil
·
Dasar bak yang bersih dan mengurangi kebutuhan pergantian air
·
Ekonomis efektif, lebih hemat biaya dibandingkan pakan
konvensional
Faktor utama yang mempengaruhi metode aplikasi antara lain jenis
spesies, jumlah larva yang akan diberi pakan (dihitung dari kepadatan tebar dan
volume bak), dosis penggunaan pakan lain (seperti algae dan artemia) dan
kesehatan dan tingkah laku makan dari larvae. Faktor lain termasuk pertumbuhan
larvae dan suhu air. Beberapa spesies memiliki kebutuhan nutrisi yang lebih dibanding
yang lain. Larva agresif makan pada suhu di atas 28oC sehingga dibutuhkan dosis
pakan yang lebih tinggi.
Uji coba di lakukan di larva udang
Kenapa larva udang sebagai uji cobanya
, karena kita ketahui larva udang merupakan larva yang sangat sensitive
terhadap perumahan lingkungan air dan kwalitas asupan pakannya.
Cara penggunaan :
sangat mudah
dan praktis. MOLIQ adalah pakan siap
santap oleh burayak. MOLIQ
merupakan product import yg kami repacking di indonesia. Product ini sudah lama
di gunakan di Eropa sehingga sudah terbukti kwalitas dan manfaatnya.
1 liter MOLIQ = 1.5kg artemia salina
Bisa menggantikan fungsi artemia
salina, liquifry , cacing sutera , atau pakan buatan lainnya. Dengan hasil yg
sangat memuaskan.
Dosis :
1 ml untuk 10 liter air.
Pemberian 2x sehari atau di sesuaikan dengan kebutuhan.
Cara
pemberian :
-
1 ml atau lebih dimasukan kedalam gelas kemudian anda kocok sampai
merata dan tuangkan secara menyebar ke media pembesaran ikan /burayak atau
lebih optimal lagi dimasukan ke spuyer dan di semprotkan ke media burayak.
-
Nanti akan
menjadi partikel micron. Partikel akan melayang layang di dalam air. Baunya yg
menyengat dan nutrisi yg tinggi , membuat larva
akan lahap sekali.
-
Penggunaan MOLIQ digunakan dari usia 3 hari - 30
hari.
-
Saran kami , berikan sedikit demi sedikit tetapi sering agar tidak
mengotori media pembesaran agar kwalitas air baik dan burayak sehat.
-
Lakukan sifon / penyedotan kotoran secara teratur atau menggunakan
filter khusus burayak berikan aerator/gelembung udara dengan tujuan :
-
memberikan pasokan oxigen pasokan oxsigen yang cukup akan
mempercepat pertumbuhan ikan.
-
memecah lapisan debu atau kotoran yg ada di permukaan.
-
Faktor kotoran / lendir/minyak/debu di permukaan air sangat
berbahaya sekali bagi pernafasan burayak Karena ikan cupang adalah jenis ikan
yang mengambil udara langsung dipermukaan.
Jangka penggunaan :
-
setelah digunakan, MOLIQ
masukan ke dalam kulkas, agar tidak lembab dan komponen dalamnya tidak rusak.
-
usahakan Max
3bulan, setelah dibuka, Habis Digunakan untuk hasil yg Optimal.

berapa lama dapat digunakan jika tercampur air dan dimasukan semprotan? atau setelah tercampur air kita pergunakan harus habis?
BalasHapus